Minggu, 25 Januari 2015

Profile Grand Finalist HiLo Green Ambassador 2014

Alam telah memberikan yang terbaik untuk HiLo dan sudah selayaknya HiLo berkontribusi balik terhadap alam dengan salah satunya menyelenggarakan HiLo Green Ambassador. HiLo Green Ambassador adalah sebuah kompetisi untuk menjadi duta lingkungan yang nantinya bersama HiLo menginspirasi masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Di tahun 2014, HiLo Green Ambassador kembali digelar dan akan membawa semangat yang lebih hijau. HiLo melakukan audisi untuk mencari sejumlah Semifinalist HiLo Green Ambassador 2014 dari setiap kota audisi. Dari seluruh Semifinalist yang ada, akan ditentukan siapa saja yang akan menjadi Grand Finalist dan berhak mengikuti karantina (Jakarta dan Taman Nasional Komodo ) dan Grand Final. HiLo akan memilih 1 orang (laki-laki atau perempuan) sebagai Winner HiLo Green Ambassador 2014. Taman Nasional Komodo merupakan rumah dari reptil raksasa purba Komodo dan lebih dari 1200 jenis Flora, Fauna, dan karang. Tempat yang kaya ekosistem ini  juga merupakan jalur migrasi 5 jenis Paus, 10 jenis Lumba- Lumba dan Duyung. Upaya-upaya pencinta lingkungan untuk melestarikan ekosistem kepulauan Komodo  dapat menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi HiLo Green Ambassador. Alasan inilah yang menjadikan Pulau Komodo sebagai salah satu  tujuan Karantina HiLo Green Ambassador 2014.

Adapun yang menjadi penilaian juri dalam menyaring Semifinalist menjadi Grand Finalist adalah:
  • Memiliki karakter dan dedikasi tinggi untuk secara aktif menginspirasi masyarakat dalam menjalankan GAYA HIDUP HIJAU bersama HiLo.
  • Memiliki potensi untuk terus aktif di Social Media (Facebook, Twitter, dan Instagram) dalam mengampanyekan isu lingkungan, termasuk di dalamnya kualitas dari konten.
  • Memiliki komitmen kuat untuk secara berkelanjutan menjalankan gaya hidup hijau.

Setelah HiLo memilih sejumlah Semifinalist dari semua kota Audisi, berikut profile para Grand Finalist yang terpilih ditahun 2014 !


Merrie
Passion mahasiswi S2 Manajemen Business School di Jakarta ini terhadap green business mendorong Merrie mendirikan venture Nusantara Salt bersama teman-temannya yang terpilih sebagai top 10 Social Business Plan terbaik 2014 se-Asia Tenggara versi Global Social Venture Competition. Co-founder klub debat & cum laude S1 Hukum ini juga berprestasi di lomba story telling dengan mengangkat isu global warming. Kini greenpreneur yang menjadi juara 1 creative marketingplan lewat investasi hijau untuk proyek pelestarian lingkungan ini siap menginspirasi anak muda Indonesia di HiLo Green Ambassador.

Septi
Duta mahasiswa anggota social community AIESEC ini pernah terpilih menjadi exchange student di univerzita konštantína filozofa, Slovakia melalui Global Youth Ambassador Program. Gadis yang pernah melewati masa kecilnya di Palembang ini juga merupakan salah satu aktivis HiLo Green Community yang aktif berpartisipasi dalam berbagai program, antara lain: Kaktus Hijau, Save Babakan Siliwangi, dan edukasi mengenai sampah di Lapangan Gasibu. Dengan semangat melakukan edukasi agar masyarakat Indonesia meminimalisasi penggunaan plastik, Septi siap mengharumkan Sumatera Selatan di Grand Final.

Maria
Gadis bersuku Batak ini tidak menyia-nyiakan pelatihan langsung dari Disaster Mitigation Agency. Keaktifan Maria di bidang kebencanaan dan perlindungan lingkungan dibuktikannya dengan menjadi co-founder dan bendahara dari Yayasan Indonesia Tangguh. Pengajar di organisasi pendidikan non-profit ini juga pernah menginisiasi acara bertema “Training, Capacity Building, Concept Design on Sustainable Ecotourism and Disaster Mitigation”. Terlibat dalam proyek telemetri dan early warning system sebagai pengukur curah hujan dan pengawasan banjir, Maria siap mewakili provinsi Sumatera Utara.

Zulfina
Duta nasional Wakatobi ini adalah anggota aktif International Association of Students in Agricultural and Related Sciences. Zulfina yang terpilih sebagai exchange participant di Global Community Development Program di Filipina ini juga berpartisipasi dalam International Working Camp 2014 bertema “Greeneration to Lead Green Future”. Zulfina yang menjadi volunteer Pawikan Turtle Conservation,dan youth delegate di Indonesia Student and Youth Forum 2014 bertema “The Role of Youth on Preserving Heritage and Marine Tourism Sustainability siap mewakili Sulawesi Tenggara di HiLo Green Ambassador.

Cordella
Kepedulian terhadap konservasi Harimau Sumatera yang habitatnya semakin terancam membuat presenter acara traveling ini bergabung menjadi anggota Tiger Warrior WWF Indonesia. Gadis berdarah Kutai yang pernah menjadi Miss Floral 2013 menyebarkan kepedulian tentang pelestarian bunga, kini aktif sebagai bendahara human resource BEM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Berpartisipasi dalam kampanye pentingnya perlindungan kupu-kupu langka bersama Butterfly Society, Cordella siap membawa selempang perwakilan provinsi Kalimantan Timur di Grand Final.

Mayang
Ketua HiLo Green Community Lampung yang aktif menginisiasi berbagai aksi hijau ini merupakan pemenang kompetisi Toyota Eco Youth 2009 lewat proyek pengolahan limbah sekolah bersama tim SMA-nya. Mayang yang merupakan anggota BEM Fakultas Kedokteran ini juga menjadi ketua divisi edukasi dan konselingkesehatan genital Universitas Lampung. Dengan penelitian electrolizer untuk meningkatkan bilangan oktan bensin dalam rangka mengurangi polusi, Duta Wisata yang pernah menjadi juara menulis esai dan cerpen tingkat provinsi ini siap mengharumkan nama provinsi Lampung.

Hendita
Besar di Bumi Lancang Kuning, Hendita adalah Putri Lingkungan yang aktif berpartisipasi dalam berbagai green activities, mulai dari adopsi dan transplantasi coral,  menerapkan konsep “Rumah Pangan Lestari, hingga terlibat dalam revitalisasi Sungai Brantas bersama Pekan DAS Brantas. Duta Wisata sekaligus Paskibra tingkat kota ini juga menjadi fundrising coordinator untuk Earth Hour di salah satu kota dan mengedukasi gaya hidup hemat energi kepada siswa-siswi Sekolah Dasar. Mewakili provinsi Riau, Hendita dengan percaya diri siap menginspirasi di HiLo Green Ambassador.

Vania
Co-founder NGO AV Peduli, organisasi berbasis ecopreneurship empowerment ini adalah pemenang International Young Eco Hero di USA yang meraih rekor MURI karena berhasil memenangkan 4 penghargaan lingkungan internasional dalam waktu 2 tahun. Gadis keturunan Manado penerima Satyalancana Wirakarya dari WaPres Boediono ini juga meneliti tentang strategi UKM untuk mengembangkan ekonomi kreatif di bidang fashion berbasis produk daur ulang. Dengan bekal puluhan penghargaan internasional & nasional, Vania siap mengharumkan provinsi Sulawesi Utara di Grand Final.

Neo
News anchor Kompas TV Jawa Tengah yang menginisiasi peliputan manfaat sampah daur ulang ini merupakan Duta Wisata yang aktif mempromosikan ecotourism di Jawa Tengah. Pernah menjadi Paskibra tingkat provinsi, Mahasiswa Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro ini juga terlibat dalam kegiatan merawat dan menanam mangrove di daerah Mangkang, Semarang, serta penyuluhan hidup sehat tanpa sampah kepada masyarakat pesisir Pulau Panjang, Karimun Jawa. Tergabung ke dalam kelompok studi perikanan, Neo siap maju sebagai inspirator di Grand Final mewakili Jawa Tengah.

Regent
Presiden LSPR Climate Change Champions Club ini menginisiasi edukasi hijau yang unik, mulai dari Flashmob dan Marching Band “Heart Mob Untuk Bumi”, hingga membuat 13 Bank Kertas dengan fungsi mendaur ulang kertas yang tidak digunakan. Lahir di Tanjung Pandan, Belitung,  pengusung proyek “2 Side Thesis for Last Semester Students” di kampus yang aktif di komunitas Jakarta Berkebun ini juga sempat mengadakan Gardening Class untuk mengedukasi mahasiswa agar memanfaatkan lahan perkotaan menjadi lahan hijau. Kini, Regent siap mewakili bumi Laskar Pelangi di Grand Final.

Dika
Dokter muda RSUD Dr. Saiful Anwar yang sedang menyelesaikan studi S2 Biomedical Science di Universitas Brawijaya ini adalah delegasi Indonesia di International Children Conference of Climate Change, dan terpilih sebagai peserta Cross Cultural Environment Education Exchange di Perth, Australia. Mendapatkan medali emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Dika juga sudah melanglangbuana ke India untuk belajar public health. Berpartisipasi di konferensi biomedical internasional di Belanda, Dika siap menyampaikan pesan pentingnya memiliki lingkungan hidup yang sehat di HiLo Green Ambassador.

Dlaify
Green Blogger “Nafasku Hijau” yang rutin mengangkat isu-isu lingkungan dalam tulisannya ini pernah meraih piala perunggu di kompetisi Carakafest 2012 melalui iklan radio tentang pelestarian orang utan. Anggota Green Community UI & Abang Jakarta Timur 2013 yang menjadi pembicara dalam acara AIESEC Global Village Eco-Tourism Project ini juga merupakan Koordinator Divisi Lingkungan Hidup Program Pengabdian Masyarakat FISIP UI Masuk Desa. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia yang juga peraih gelar Putra Komunikasi 2011, Dlaify siap berkompetisi di Grand Final mewakili DKI Jakarta.

Fikri
Apoteker lulusan Farmasi UGM Yogyakarta yang meneliti daun kelor untuk menekan efek samping pada kemoterapi penyakit kanker ini adalah co-founder komunitas anti rokok Green Lung Indonesia. Regional Project Officer dari Asia Pacific Regional Office of International Pharmaceutical Students' Federation yang mempresentasikan hasil kerjanya di Thailand & Taiwan ini juga menjadi delegasi Indonesia di Asia Pacific Pharmaceutical Symposium ke-9, Seoul. Juara debat kefarmasian provinsi DI Yogyakarta dan tingkat nasional, Fikri siap menginspirasi masyarakat Indonesia di HiLo Green Ambassador.

Zacky
Ketua komunitas HiLo Makassar ini aktif menginisiasi aksi #EduGreen, antara lain melakukan fieldtrip ke Rumah Hijau Denassa, dan acara Edugreen Goes to School. Duta Pajak kelahiran Ujung Pandang ini juga rutin menulis artikel bertema edukasi lingkungan di blog pribadinya zaghaa.blogspot.com, dan membuat video interview #Edugreen. Ikut terlibat menyukseskan “Gerakan Masyarakat Makassar Tidak Rantasa” yang diselenggarakan pemerintah kota Makassar, Zacky, yang dalam kesehariannya bekerja di Samsat Dispenda Kabupaten Gowa, siap maju berkompetisi membawa nama Sulawesi Selatan di Grand Final.

Yusuf
Founder dari Geological Observation and Disaster Environmental Education (Gesture), yang merupakan proyek penanggulangan bencanaini adalah delegasi ASEAN Students Environmental Forum di Tokyo & delegasi Study of The US Institutes on Environmental Issues 2014di Hawaii. Pernah melakukan penelitian tentang bencana tanah longsor di sekitar Bandung Selatan, Vice Director Geological Center of Journalistic ini juga terlibat dalam AEON Mangrove Planting yang menanam 20.000 bibit pohon bakau di Pantai Indah Kapuk.  Berbekal pengalamannya, Yusuf dengan percaya diri siap mewakili Jawa Barat.

Carlos
Offline Campaign Coordinator Earth Hour Mataram yang menjadi peserta pertukaran pelajar YES Program di New York ini terlibat dalam acara penggalangan dana untuk penderita kanker “5K for Cancer St. Jude Hospital”, dan mendapatkan penghargaan dari US Department of State untuk prestasinya melakukan aksi sosial selama 100 jam. Mengikuti diskusi panel bertema civil education bersama Ban Ki-moon, Sekjen PBB & Secretary US Department of State di Washington DC, Ketua HiLo Green Community Lombok yang rutin menginisiasi aksi-aksi hijau ini siap berkompetisi di HiLo Green Ambassador.

2 komentar:

Tjhin Regent mengatakan...

Liat postingan ini + lagunya, bikin ngerasa balik di backstage!

utami mengatakan...

Salam kenal ka zacky.
Seneng banget bisa baca tulisan-tulisan ka zacky dan kagum dg cara penuturan kalimat yang bisa bikin orang yang baca keinspirasi buat jadi seperti mereka. Belum lagi tulisan ka zacky yg lain ttg lingkungan. Saya hobi nulis dan pingin banget bisa ngeinspirasi org buat pedulu lingkungan lewat tulisan , tapi penuturan kalimat saya masih berantakan bgt. Smg kapan2 bisa ketemu, belajar dan sharing kalo ka zacky main ke hgc bandung Aamiin .. keep inspiring yaa ka Zacky ^^