Selasa, 18 September 2012

18 September 2012

Sewaktu saya menuliskan blog ini, Papa saya baru saja menelepon menanyakan kabar saya. Tidak menyangka postingan terakhir saya pada tanggal 9 September kemarin bisa menggambarkan dampak kelelahan badan saya hingga berbuntut dirawatnya gue dirumah sakit karena DBD. Untuk kali pertamanya gue dirawat dirumah sakit, dan ketakutan terparah gue dari dulu sebagai anak perantau akhirnya terjadi juga, yaitu Nyokap datang dari Makassar untuk ngerawat gue.

Kurang lebih 6 hari gue dirawat di RS Muhammadiyah Bandung, rasanya luar biasa gak enaknya. Di infus, tidur tidak menentu, bolak-balik toilet, dan semuanya ngerepotin Mama. Mama tuh paling gak bisa lihat anaknya sakit, bahkan pernah gue diare doang beliau malah mau terbang nyamperin ke Bandung. Kedengaran berlebihan, tapi itulah salah satu perhatian orang tua yang patut saya syukuri. Mama itu rela mengorbankan segala atribut kenyamanannya, apapun itu, demi anak-anaknya. Sengaja hari ini membiarkan Mama langsung ke Jakarta saja ketempat adik gue, soalnya kasihan juga kalau kelamaan tinggal disini entah harus istirahat dimana.

Hal yang gue syukuri juga adalah perhatian dari teman-teman gue Irfan, Yasir, Didik, Dilu, Fita, Ita, Nini, Rani, dan Nuretz yang sudah merawat, ngejaga, nganter, dan sebagainya hingga akhirnya hari ini sudah agak baikan. Terima kasih buat kalian semua. Oh iya buat semua yang sudah ngejenguk di RS dan ngirimin doa baik lewat twitter dan sebagainya, terima kasih juga ya yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua, Amin....

Allah SWT terima kasih atas kemuliaan yang engkau berikan, serta segala pembelajaran dari ujiaanmu ini, semoga ini menjadi jalan baru untukku agar lebih bersyukur lagi. Amin...

Tidak ada komentar: