Jumat, 02 Desember 2011

Ketika Jakarta Menyapa


Jakarta, kota yang dari dulu enggan untuk saya kunjungi karena alasan-alasan klise yang sudah sangat akrab ditelinga. Kalau kebanyakan orang Indonesia pengen ke Jakarta, mungkin saya segelintir orang yang tidak begitu senang datang dikota yang satu ini.

Paling cuman "nebeng" doang dalam perjalanan menuju atau dari Bandara Soekarno Hatta kalau habis mudik ke Makassar.


Kota yang sering saya jumpai di twitter dengan sapaan JEKARDA (gak banget dengarnya, kesannya gaul abis -,-"). Saya lebih mau menyebutnya Jakarta (biasa) atau Batavia. Heheheee...

Pertama kali mencoba jalan-jalan ke Jakarta buat ngerasain namanya Dufan itu seperti apa, yang kedua adalah panggilan interview unggulan coverguest, ketiga nonton Kick Andy, dan setelah itu tidak kebayang bakal datang lagi. Dan ternyata setelah dinyatakan lulus menjadi finalis coverguest, mau atau tidak saya harus mengakrabkan diri dengan kota ini selama 5 hari untuk melakukan serangkaian acara pemilihan coverguest ini.

Merasakan atmosfer kota ini yang dulunya hanya bisa saya saksikan di TV, kemacetan yang memang gila, ikon kota metropolitan yang hampir semuanya saya lihat. Semuanya tidak pernah saya impikan sebelumnya, karena saya tidak jatuh hati dengan kota ini, lain halnya dengan Bandung. Semua yang saya saksikan selama 5 hari dalam perjalanan adalah penggalan cerita yang tidak terduga dan sebuah perkenalan layaknya siti nurbaya yang enggan dijodohkan, tapi kemudian berbalik cerita menjadi sedikit ada ketertarikan untuk mengenal kota ini.

Jakarta memang punya segalanya, segala mimpi yang ingin orang-orang raih. Jakarta menawarkan ratusan mimpi untuk jutaan pemimpi di Indonesia, yang artinya ada banyak kekecewaan yang terjadi dikota ini. Hanya saja saya merasa beruntung mendapat sebagian mimpi yang bagi banyak orang ingin dimiliki. Salah besar jika ada yang beranggapan saya orang yang terlalu terobsesi, saya hanya orang yang ingin mencoba dan mengukur sejauh mana potensi yang saya miliki, dan ukurannya kini sudah saya ketahui. 

Jakarta kini memanggil kembali untuk kesempatan yang lebih besar lagi, jawabannya Terima Kasih Jakarta. Kini saya sudah puas dengan semuanya, mungkin lain kali lagi untuk potensi yang berbeda. Saya absen dulu untuk kesempatan kali ini, suatu hari kita akan bertemu kembali, pasti :D





Soulful Corp - Ketika Kau Menyapa

Tidak ada komentar: