Sabtu, 27 Agustus 2011

Makan Mi Titi Panakkukang


Hari ini cukup melelahkan, bangun pagi dapat kabar kalau bengkelnya keluarga kemasukan maling, alhasil saya dan Mama Papa ketempat kejadian. Alhamdulilah kali ini tidak ada yang berhasil diambil oleh malingnya, ini kali kedua bengkel tersebut kemalingan yang awalnya uang tunai sekitar 10an juta raib. Polisi sementara menyelidiki siapa pelakunya (udah kayak di film aja) Hahhaaaa...

Pas bedug, buka puasa sendiri dirumah. Setelah sekitar setengah jam kemudian ke Donal Bakmi Sungguminasa untuk makan bareng keluarga.
Pulangnya baru ke tempat Dilu buat sama-sama bayar uang tiket pesawat balik ke Bandung tanggal 10 September bareng adiknya Dilu dan Yasir.
Setelah pembayaran selesai barulah makan (lagi), kali ini di Mi Titi Panakukang.



Mi kering adalah salah satu makanan khas Makassar, yang sebenarnya adalah masakan khas China yang biasa dikenal dengan I Fu Mie, berhubung memang sang pemilik Mi Titi adalah orang China jadilah makanan ini sebagai salah satu menu yang harus dicicipi jika bertandang ke Makassar. Karena kemasyuran makanan ini, banyak rumah makan yang mencoba menawarkan makanan sejenis ini. Tetapi, Mi Titi lah yang memang juaranya.

Sekedar info, awalnya rumah makan ini terletak di Jl. Irian (Sekarang namanya Jl. Dr. W. Sudirohusodo), waktu kecil beberapa kali orang tua saya mengajak makan disini, tetapi karena masih kecil jadinya dulu tidak begitu suka.


Sekarang Mi Titi sudah membuka banyak cabang di berbagai jalan di Makassar. Masakan yang identik dengan mi kering yang diberi kuah kental yang berisikan sayuran beserta potongan daging ayam dan udang, bakso goreng, semakin mantap jika ditambah dengan tetasan jeruk nipis beserta sambal merah khas mi titi.

Yang mungkin agak sedikit kurang nyaman adalah segi pelayanannya yang agak ribet untuk memesannya, ini bukan pengalaman baru jika makan disini. Karena tempatnya yang bisa menampung banyak pengunjung, sehingga pelayannya pun kurang optimal melayani. Saat membayar dikasirpun sering berdesakan, pasalnya letak kasir berada tepat di pintu masuk yang juga adalah jalur sang pelayan lalu lalang mengantarkan pesanan, ditambah lagi pelanggan yang mengantri pesanan untuk dibawa pulang berdiri didekat kasir. Itulah "curhat"an saya sebagai pelanggan setianya, semoga suatu hari bisa lebih maksimal lagi. Heheeee...

Nyamanna makan Mi Titi :D





Tidak ada komentar: