Rabu, 02 Maret 2011

Seandainya Kalian Merasakan Apa Yang Saya Alami



Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Ya Allah, izinkanlah hamba untuk menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini.
Tuhan-ku yang memuliakan ku, terima kasih atas apa yang engkau persembahkan untukku selama ini.
Tanpa bermaksud untuk tidak mensyukuri apa yang terjadi didalam hidupku akhir-akhir ini, sekali lagi izinkanlah hamba menuliskan ini.

Engkau mengetahui apa yang tidak kuketahui dan lebih mengetahui dari apa yang kuketahui.
Tuhanku, begitu banyak cibiran, cacian, makian, prasangka buruk, singgungan, dan hinaa yang mengalir ditujukan kepadaku dari banyak orang akhir-akhir ini.
Yang sebagian besar aku tak mengerti mengapa bisa seperti itu.
Saya merasakan beginilah perasaan yang dialami orang-orang yang terdzalimi. Sakit hati, sedih, rapuh, dan segala bentuk kekecewaan lainnya.
Ya Allah, saya merasa terdzalimi saat ini.
Terus dicecar dengan perkataan yang tak tergambarkan sebagaimana mestinya.
Jika saya tampak tertawa dan terkesan bersenang-senang selama ini, saya menutupi beban yang saya rasa.
Seandainya Kalian Merasakan Apa Yang Saya Alami.
Demi Engkau ya Allah, tiadalah suatu perasaanpun dalam hatiku untuk kembali menyakiti atau membalas mereka-mereka yang berbuat seperti itu terhadapku.
Engkaupun jadi saksi atas doa-doa tentang kebaikan terhadap mereka yang aku haturkan dihadapanmu.
Bukan sebuah makian dan niatan buruk untuk membalas mereka.
Aku sadar, betapa engkau memuliakan kami dengan segala kebaikan yang tak henti-hentinya kau curahkan.
Ya Allah, tabahkanlah aku menghadapi semua ini.
Aku tahu ini adalah cerminan dari apa yang pernah hamba lakukan.
Sungguh aku tak pernah mengharapkan engkau memberi mereka ganjaran, jagalah fitrah mereka, jagalah lisan mereka, jagalah hati mereka dari segala belengguh yang tersisa.
Angkatlah derajat mereka, serta rendahkanlah hati mereka agar senantiasa menjadi kaum yang engkau muliakan. Amin...

Tak ada dendam yang kutanamkan untuk kalian, tak ada makian dan balasan yang aku niatkan untuk kalian, jika ada kemunafikan yang tersirat, dari ujung kaki hingga ujung rambut saya memohon maaf dan ampun atas apa yang telah saya perbuat.
Allah selalu bersama kita...
Allahu Akbar !!!

Tidak ada komentar: