Selasa, 11 Januari 2011

Tuhan menghakimi saya dengan sangat teramat adil




Terkadang kita merasa hidup ini sangat tidak adil, saat masalah datang kita mengeluh mengapa ini bisa terjadi. Kita manusia, dan itu adalah wajar jika kita merasa marah, kecewa, dan sedih sesedih-sedihnya. Tetapi yang tidak wajar adalah jika kita hanya mengambil keburukannya saja, hanya mengomel, menganiaya diri sendiri dengan berfikiran tak terkontrol.
Semua permasalahan yang "menyapa" saya 3 bulan belakangan ini menyadarkan saya betapa semua itu tidak ada gunanya, semua yang kita lakukan pasti ada balasannya. Ingatlah kesalahan-kesalahan, dosa-dosa, kedzaliman yang kita lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri selama ini. Renungkanlah pantaskah kita mendapat semua ganjaran ini, adilkah Tuhan memberikan semua cobaan ini. Saya bersaksi atas apa yang saya alami, tiadalah kuasa Tuhan yang sanggup kita ragukan SATUPUN, dan tiadalah masalah yang melampaui batas kemampuan kita untuk bisa menghadapinya.Semuanya telah dalam "porsi"nya masing-masing.
Saya lelaki, dan sayapun menangis meratapi kehidupan saya, terdengar sangat "banci" memang. Tapi tak mengapalah, air mata yang saya keluarkan adalah betapa saya sangat bersyukur TUHAN MENGHAKIMI SAYA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

Dengan cara seperti ini, Tuhan menegur saya tentang betapa buruknya ibadah saya dalam rentang waktu usia yang telah dijatahkan kepada saya. Setiap kali saya berulang tahun, semua doa tentang kebaikan, saya haturkan kepada pencipta saya. Tetapi dengan sadar semakin banyak kedzaliman yang saya perbuat. Doa-doa dari orang banyak dan harapan kedua orang tua saya banyak yang dikabulkan untuk membahagiakan hidup saya, tetapi mengapa selama ini saya malah banyak meminta lebih dari Tuhan saya ?.
Sungguh saya kurang bersyukur dengan semuanya selama ini, dan inilah cara TUHAN MENGHAKIMI SAYA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

Saat kalian merasa ada yang hilang dari kehidupan kalian, entah itu sebuah barang ataupun orang-orang yang berarti dalam hidup kalian. Kita menutupi kebaikan Tuhan yang menghadirkan banyak hal dibalik kehilangan itu. Renungkanlah, pernah kah kita beribadah sangat taat saat kebahagiaan Tuhan menyapa kita dibanding dengan ibadah yang kita lakukan saat masalah datang menyerang. Atau tiada ibadah yang kita lakukan untuk menghadapi kebahagiaan dan masalah. Hanya mengucap "Alhamdulilah" atau "Astagfirullah" (pake) doang !!!.

Demi Allah, saya mengakui saya bukanlah seoarang ulama, pemuka agama, ataupun sebutan-sebuatan keagamaan yang tergambar dengan apa yang saya tuliskan ini. Saya bahkan seorang manuasia biasa yang amat biasa bahkan mungkin jauh lebih bejat dari kalian. Saya bahkan tak paham membaca Al-Qur'an, bacaan yang saya baca dalam Shalatpun jauh dari kata sempurna, sayapun kalah dengan anak SD ataupun anak TK dalam urusan menghafal surat-surat Al-Qur'an padahal usia saya sudah 20 tahun. Memalukan memang, dan saya mengakui itu semua. Tetapi maafkanlah saya, disini saya hanya berbagi dengan kalian semua apa yang saya rasakan saat ini. Tiada maksud untuk menggurui, sok agamis, dan sebagainya. Sungguh dengan penilaian itu kita hanya mendzalimi diri kita dengan pemikiran yang buruk, dan jika saya membuat untuk berfikiran seperti itu, dengan segala kerendahan hati saya meminta maaf lahir dan batin. Sekali lagi saya hanya ingin berbagi dengan kalian.

Dalam 3 bulan belakangan ini masalah-demi masalah datang bersamaan, bahkan membuat bobot tubuh saya menurun, kepala saya seakan mau meledak, setiap saya dalam keadaan sadar saya tak bisa mengalihkan pemikiran saya dari masalah yang saya hadapi. Apa yang saya lakukan terkadang salah ditanggapi dengan orang, saya terkadang menyalahkan penilaian orang terhadap saya tetapi malah sebaliknya ternyata saya yang katanya salah. Ingin membela diri sendiri tetapi disisi lain orang lain menilai seperti itu, bisakah kalian membayangkan apa yang harus saya lakukan tanpa harus ada selisih yang bisa membuat keadaan semakin parah. Ya, saya mengalah dengan penilaian banyak orang. Dan akhirnya saya tidak meyalahkan siapa-siapa, biarlah berjalan dengan sendirinya.

Dulu saya sering nyela-nyela orang kalau ada yang aneh dari pandangan saya, menertawakan gaya, tingkah, atau apapun yang aneh dari orang lain. Sekarang saya mulai menjauhi kelakuan-kelakuan seperti itu, saya harus bercermin dari diri saya sendiri. Jika ada orang yang berlaku tidak wajar kepada saya, saya langsung bertanya apa yang salah dari saya. Agar saya mengetahui apa kesalahan saya dan orang itupun tidak menyembunyikan prasangka negatifnya yang akan berujung dosa. Dan semoga kita semakin lebih dewasa dengan tidak menindir-nyindir dan berprasangka dengan orang lain, lebih baik ditegur dan dibicarakan langsunglah dengan orangnya.

Saya juga terkadang mengatas-namakan kesibukan sehari-hari atau masalah yang dihadapi untuk mengurangi perhatian terhadap orang-orang sekitar saya, tanpa menyadari dibalik itu mereka membutuhkan saya entah itu sekedar bicara atau bertegur sapa. Kita banyak menuntut pengertian mereka atas apa yang kita alami, tetapi ketahuilah itu semua adalah keegoisan kita belaka. Kita menutup diri untuk bisa berbagi, kita perlu untuk sendiri tapi tidak untuk mengorbankan orang lain. Semoga dalam kesibukan ataupun dalam masalah apapun saya bisa ada untuk orang-orang terdekat saya tanpa alasan yang mengecawakan mereka, InsyaAllah.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk teman-teman semua dan untuk saya sendiri, jika ada yang kurang berkenan didalamnya saya meminta maaf sebesar-besarnya. Jadikan bahan pembenahan diri kedepannya dan mari membiasakan diri untuk berbenah diri dan terus memandang positif segala yang terjadi dalam hidup ini. Jangan biasakan alasan KITA MANUSIA BIASA untuk sebuah tindakan yang telah dan yang akan kita lakukan, KITA MANUSIA YANG DIRAHMATI dan TUHAN MENGHAKIMI KITA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

2 komentar:

ΛNGGΛ mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ΛNGGΛ mengatakan...

Setuju, nice post. Menyadarkan saya kalo sebenernya ngga ada yang namanya sial, sial itu paradoks yang diabuat sama kita karna ga bisa ikhlas sama cobaan yang Tuhan kasih.