Jumat, 28 Januari 2011

Kisah Es Krim MAGNUM

Hahahaaaa...
Entah kenapa jadi tergila-gila es krim satu ini. Pertama kali nyoba waktu selasa kemarin 25 Januari. Ceritanya pagi itu nyari makan disekitaran kostan, tau-taunya ada abang-abang yang jualan Walls keliling yang pake sepeda, begitu gue nanya "ada Magnum gak ?" gue sebenarnya gak terlalu berharap dia bilang ada, soalnya udah sering kecewa kalau nyari Magnum pasti kagak dapet. Tapi si abangnya bilang "Ada..." ALHAMDULILAH !!!! tapi biarpun dapat harganya lumayan dinaikin, yang Classic 15 ribu, yang almond 16 ribu. Ya udahlah ambil yang Almond aja. Dan inilah detik-detik dimana gue ngabisin Magnum pertama gue. Sumpah gue norak banget !!


Dan tadi kebetulan abis kelar ujian diajakin si Ilham (teman kelas gue) buat nyari Magnum dan sekalian aja shalat jumat di Masjid Raya Bandung. Abis Jumatan mampir dulu di kota kembang beli DVD, barulah kita berburu Magnum. Gue pernah liat counter khusus Magnum di jalan Riau, terus satu lagi di Cihamplas sebelum Ciwalk. Perburuan pertama di Jl. Riau ternyata gagal, counternya tutup. Sempat kecewa juga soalnya udah jauh-jauh datang dari Dayeuhkolot (Hahahahaaa... Ndeso !), tetapi yang kedua kalinya alhamdulilah berhasil Saudara-Sauadara !!!


Inilah "Surga"nya MAGNUM, mau liat isi dalamnya !!
Pertama kali liat Magnum sebanyak itu, dipikiran gue berharap, ya Allah coba di Dayeuhkolot ada counter Magnum T.T
Alhasil gue makan 2 bungkus, nyobain yang varian Almond dan Chocolate Truffle. Emang yang Almond jempolan-lah, kalau yang chocolate truffle menurut gue rada sepat aja soalnya luar dalam rasanya coklat semua. Kalau disini harganya 12 ribu !.




Ini dia nih "tersangka" yang ngajakin gue tadi siang. Bolehlah jadi model Iklan Magnum rasa Tabasco ! hahaha...



Kalau ini mah cuman "korban" doang, gak usah dikomentarinlah. Hahahaaa :p



Sekian kisah KENORAKAN gue tentang es krim MAGNUM yang masih langka saat ini. hehehehe...

Senin, 24 Januari 2011

Pengalaman baru jadi ATS ESQ

Sebelumnya, alhamdulilah pengunjung blog ini sudah 7000an lebih. Terima kasih bagi yang telah berkunjung.




Ini pengalaman baru saya menjadi ATS (Alumni Training Support) ESQ (Emotional. Spiritual Quotient). Kebetulan kali ini dilaksanakan di IPDN untuk para praja angkatan XXI pada tanggal 22-23 Januari 2011. Sebenarnya dari dulu pengen banget ikutan jati ATS ESQ, tapi baru kali ini ada kesempatan. ATS ESQ merupakan kumpulan alumni ESQ yang menjadi relawan untuk membantu jalannya training ESQ. Dapat infonya dari Statusnya Cici di FB, kalau butuh ATS yang banyak, akhirnya nanya-nanya ke Ferdi dan alhamdulilah bisa ikutan bareng Deni.

Karena training nya kebetulan di IPDN, bisa ketemu dengan teman-teman saya yang disana. Afif, Budi, Tri, Sances, Rina, dan lainnya. Sempat juga makan diluar bareng Afif karena kebetulan dapat pesiar.

Menjadi ATS ESQ sungguh menyenangkan sekali, walaupun capeknya juga lumayan. hehehee... Kita sampai nginap semalam di mess IPDN.
Kita ditugaskan untuk mengarahkan para peserta selama training ini berjalan. Yang paling penting adalah kita bisa ikutan trainingnya juga.

Saya mendapat pencerahan baru lagi dari training kali ini, saya sadar tentang siapa diri saya, siapa pencipta saya, dan segala hal yang telah saya lakukan selama ini. InsyaAllah semangat ini bisa saya pertahankan. Amin...
Semoga apa yang kami lakukan, bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Amin ya Rab'...

Terima kasih buat teman-teman FOSMA 165 Politeknik Telkom atas kesempatan yang sudah diberikan jadi ATS ESQ kali ini, lain kali ajakin saya ya. hehehee..

Nih dia foto-foto setelah training selesai, terima kasih buat Achmad Ferdi W.K dokumentasinya ^;^.








Rabu, 19 Januari 2011

Foto-Foto Gak Jelas Bareng PCE0802

Hahahahaaa....
Inilah ketidakjelasan yang dilakukan kami dikelas saat kelar kuliah.
PCE 0802 - TELKOM POLYTECHNIC
^;^
(numpang upload dari kostan Acmad Rezha, hehehe...)














Minggu, 16 Januari 2011

Lagi Suka Lagu Bintang - Lingua

Hahahahaa...
Gue baru tau kalau ternyata lagu "Bintang"nya Kahitna ternyata remake dari lagunya LINGUA, trio yang eksis tahun 90'an. Saya lebih suka versi Lingua, soalnya lebih dapat greget-nya. heheheee...
Biar rada jadul, tapi keren uy..
yang mau download KLIK DISINI






BINTANG - LINGUA

Biar bintang tak datang
Ku yakin hatiku hanyalah untukmu
Walau bintang menghilang
Ku sampaikan salam sayangku untukmu

Meski mungkin aku yang harus pergi
Tak apa tanpa harus ku mengerti

Biar aku melangkah
Menemani bintang menerangi malam
Jangan resahkan aku yang penting bahagia
Untukmu selalu kasihku

Na na na na na
Na na na na na na
Oh oh oh... oh oh oh oh...

Ku tak mengerti
Namun ku sadari
Andai cinta tak datang
Haruskah ku jelang hampanya mimpiku
Ketulusan cintaku
Biarlah terpendam di lubuk hatiku

Yang penting bahagia
Untukmu selalu kasihku

Sabtu, 15 Januari 2011

Saya Bangga Dengan Papa...



Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Kali ini ingin bercerita tentang sosok Papa saya, namanya Syamsir Rasyid beliau lahir tanggal 12 Mei 1958 yang artinya sebentar lagi beliau akan berusia 53 tahun. Banyak perubahan yang terjadi selama hampir 3 tahun ini, semenjak saya merantau kuliah. Dulu, dari TK sampai SMA beliaulah yang sering mengantar bahkan menjemputku ke sekolah, dan 14 tahun saya mendapat omelan sepanjang perjalan menuju sekolah. Satu alasan mengapa beliau memarahi ku, karena saya sering tidak tepat waktu, ya saya kurang bisa menghargai waktu. Kini, saya merindukan saat-saat yang saat itu saya benci, saat itu saya benci diomelin sepanjang hari dan saat ini ingin mendengarkannya lagi.


Hal yang paling saya ingat adalah ketika saya mengikuti ujian masuk SMP Negeri 6 Makassar, saya pamit dari rumah dengan doa kedua orang tua saya dan Papa mengantar saya dengan Vespa butut peninggalan Almarhum Opa saya. Beliau menunggu saya sampai saya selesai ujian, kedengarannya tidak ada yang istimewa dari cerita ini, tetapi itu adalah sesuatu yang saya tak akan lupa, saat bersama Papa saya dengan Vespa Bututnya. Vespa itu yang mengantar jemputku sedari TK, dan dijual setelah saya memasuki bangku SMP. Saat mendengar Vespa itu akan dijual, sayalah yang paling rewel sampai menangis-nangis agar motor itu tidak dijual, selain saya menyukai Vespa itu, itu adalah peninggalan Opa saya. Opa meninggal saat Papa masih SMP kalau tidak salah. 



Papa adalah sosok yang sangat teramat sederhana. Beliau sering menunggu dimobil saja jika kami berjalan-jalan ke Mall. Jarang sekali memiliki baju baru, itupun kalau Mama yang membelikan. Papa orangnya sangat keras, diantara saudara-saudaranya beliau paling disegani, begitu pula kebanyakan sepupu saya. Gak bakal pergi kemana-mana jika sudah didepan TV nonton acara Tinju atau F1. 



Tanggal 1 Januari 2011 kemarin adalah hari yang cukup menyedihkan, beliau sakit demam yang mengakibatkan ia terkapar diatas tempat tidur. Baru kali ini saya melihat beliau lemah seperti itu, Papa menyuruh saya membelikan obat dan kebetulan Papa ingin makan bakso. Saat itu juga saya bergegas untuk membelikan pesanannya, sepanjang perjalanan saya terus memikirkan keadaan beliau dan saya menangis...
Papa yang semakin hari tampak semakin tua dengan rambut yang mulai memutih, Papa yang dulunya kuat kini semakin hari staminanya semakin menurun. Sepanjang perjalanan itu pula saya mengingat-ingat peristiwa-peristiwa bersama beliau, saat-saat beliau mengajarkan saya mengendarai motor jangan sampai ketahuan Mama, saat-saat ia memarahi saya sebagai kewajiban beliau sebagai seorang ayah melihat anaknya melakukan kesalahan, dan sebagainya.



Malam itu saya merenungi betapa saya bangga dengan Papa saya, walaupun kita jarang untuk bercerita, tetapi dia sungguh banyak mengajarkanku banyak hal dengan segala yang beliau lakukan. Itu adalah malam terakhir saya dirumah selama seminggu itu, besok paginya saya harus kembali ke Bandung lagi. Papa masih sempat mengantarku ke Bandara bersama Mama dengan kondisi seperti itu, tidak seperti biasanya, Papa tidak turun dari mobil mengantarku kedepan pintu keberangkatan, kami hanya berpamitan diatas mobil, saya mencium pipinya dan beliau berkata hati-hati dijalan.



Dalam tiap doa, saya menghaturkan agar kedua Orang Tua saya senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan, semoga diampunkan segala dosa-dosanya, dan kelak mereka dapat menjadi penghuni surga. Amin ya Rab'...

Ada Band Feat Gita Gutawa - Yang Terbaik Bagimu

Jumat, 14 Januari 2011

Selamat Ulang Tahun Mama




Saya bersyukur ditakdirkan mempunyai Mama sehebat dirimu, dan semoga Mama ditakdirkan mempunyai anak yang dapat dibanggakan suatu hari nanti...

Selasa, 11 Januari 2011

Tuhan menghakimi saya dengan sangat teramat adil




Terkadang kita merasa hidup ini sangat tidak adil, saat masalah datang kita mengeluh mengapa ini bisa terjadi. Kita manusia, dan itu adalah wajar jika kita merasa marah, kecewa, dan sedih sesedih-sedihnya. Tetapi yang tidak wajar adalah jika kita hanya mengambil keburukannya saja, hanya mengomel, menganiaya diri sendiri dengan berfikiran tak terkontrol.
Semua permasalahan yang "menyapa" saya 3 bulan belakangan ini menyadarkan saya betapa semua itu tidak ada gunanya, semua yang kita lakukan pasti ada balasannya. Ingatlah kesalahan-kesalahan, dosa-dosa, kedzaliman yang kita lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri selama ini. Renungkanlah pantaskah kita mendapat semua ganjaran ini, adilkah Tuhan memberikan semua cobaan ini. Saya bersaksi atas apa yang saya alami, tiadalah kuasa Tuhan yang sanggup kita ragukan SATUPUN, dan tiadalah masalah yang melampaui batas kemampuan kita untuk bisa menghadapinya.Semuanya telah dalam "porsi"nya masing-masing.
Saya lelaki, dan sayapun menangis meratapi kehidupan saya, terdengar sangat "banci" memang. Tapi tak mengapalah, air mata yang saya keluarkan adalah betapa saya sangat bersyukur TUHAN MENGHAKIMI SAYA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

Dengan cara seperti ini, Tuhan menegur saya tentang betapa buruknya ibadah saya dalam rentang waktu usia yang telah dijatahkan kepada saya. Setiap kali saya berulang tahun, semua doa tentang kebaikan, saya haturkan kepada pencipta saya. Tetapi dengan sadar semakin banyak kedzaliman yang saya perbuat. Doa-doa dari orang banyak dan harapan kedua orang tua saya banyak yang dikabulkan untuk membahagiakan hidup saya, tetapi mengapa selama ini saya malah banyak meminta lebih dari Tuhan saya ?.
Sungguh saya kurang bersyukur dengan semuanya selama ini, dan inilah cara TUHAN MENGHAKIMI SAYA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

Saat kalian merasa ada yang hilang dari kehidupan kalian, entah itu sebuah barang ataupun orang-orang yang berarti dalam hidup kalian. Kita menutupi kebaikan Tuhan yang menghadirkan banyak hal dibalik kehilangan itu. Renungkanlah, pernah kah kita beribadah sangat taat saat kebahagiaan Tuhan menyapa kita dibanding dengan ibadah yang kita lakukan saat masalah datang menyerang. Atau tiada ibadah yang kita lakukan untuk menghadapi kebahagiaan dan masalah. Hanya mengucap "Alhamdulilah" atau "Astagfirullah" (pake) doang !!!.

Demi Allah, saya mengakui saya bukanlah seoarang ulama, pemuka agama, ataupun sebutan-sebuatan keagamaan yang tergambar dengan apa yang saya tuliskan ini. Saya bahkan seorang manuasia biasa yang amat biasa bahkan mungkin jauh lebih bejat dari kalian. Saya bahkan tak paham membaca Al-Qur'an, bacaan yang saya baca dalam Shalatpun jauh dari kata sempurna, sayapun kalah dengan anak SD ataupun anak TK dalam urusan menghafal surat-surat Al-Qur'an padahal usia saya sudah 20 tahun. Memalukan memang, dan saya mengakui itu semua. Tetapi maafkanlah saya, disini saya hanya berbagi dengan kalian semua apa yang saya rasakan saat ini. Tiada maksud untuk menggurui, sok agamis, dan sebagainya. Sungguh dengan penilaian itu kita hanya mendzalimi diri kita dengan pemikiran yang buruk, dan jika saya membuat untuk berfikiran seperti itu, dengan segala kerendahan hati saya meminta maaf lahir dan batin. Sekali lagi saya hanya ingin berbagi dengan kalian.

Dalam 3 bulan belakangan ini masalah-demi masalah datang bersamaan, bahkan membuat bobot tubuh saya menurun, kepala saya seakan mau meledak, setiap saya dalam keadaan sadar saya tak bisa mengalihkan pemikiran saya dari masalah yang saya hadapi. Apa yang saya lakukan terkadang salah ditanggapi dengan orang, saya terkadang menyalahkan penilaian orang terhadap saya tetapi malah sebaliknya ternyata saya yang katanya salah. Ingin membela diri sendiri tetapi disisi lain orang lain menilai seperti itu, bisakah kalian membayangkan apa yang harus saya lakukan tanpa harus ada selisih yang bisa membuat keadaan semakin parah. Ya, saya mengalah dengan penilaian banyak orang. Dan akhirnya saya tidak meyalahkan siapa-siapa, biarlah berjalan dengan sendirinya.

Dulu saya sering nyela-nyela orang kalau ada yang aneh dari pandangan saya, menertawakan gaya, tingkah, atau apapun yang aneh dari orang lain. Sekarang saya mulai menjauhi kelakuan-kelakuan seperti itu, saya harus bercermin dari diri saya sendiri. Jika ada orang yang berlaku tidak wajar kepada saya, saya langsung bertanya apa yang salah dari saya. Agar saya mengetahui apa kesalahan saya dan orang itupun tidak menyembunyikan prasangka negatifnya yang akan berujung dosa. Dan semoga kita semakin lebih dewasa dengan tidak menindir-nyindir dan berprasangka dengan orang lain, lebih baik ditegur dan dibicarakan langsunglah dengan orangnya.

Saya juga terkadang mengatas-namakan kesibukan sehari-hari atau masalah yang dihadapi untuk mengurangi perhatian terhadap orang-orang sekitar saya, tanpa menyadari dibalik itu mereka membutuhkan saya entah itu sekedar bicara atau bertegur sapa. Kita banyak menuntut pengertian mereka atas apa yang kita alami, tetapi ketahuilah itu semua adalah keegoisan kita belaka. Kita menutup diri untuk bisa berbagi, kita perlu untuk sendiri tapi tidak untuk mengorbankan orang lain. Semoga dalam kesibukan ataupun dalam masalah apapun saya bisa ada untuk orang-orang terdekat saya tanpa alasan yang mengecawakan mereka, InsyaAllah.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk teman-teman semua dan untuk saya sendiri, jika ada yang kurang berkenan didalamnya saya meminta maaf sebesar-besarnya. Jadikan bahan pembenahan diri kedepannya dan mari membiasakan diri untuk berbenah diri dan terus memandang positif segala yang terjadi dalam hidup ini. Jangan biasakan alasan KITA MANUSIA BIASA untuk sebuah tindakan yang telah dan yang akan kita lakukan, KITA MANUSIA YANG DIRAHMATI dan TUHAN MENGHAKIMI KITA DENGAN SANGAT TERAMAT ADIL.

Masukan dari Yasir dan Irfan yang bermanfaat



Yasir Sudirman
"Coba mulai gabung juga ama teman-teman yang lain donk bradh, teman jalannya itu-itu aja selama ini"

Irfan Hardiansyah
"Ayo berfikir postiflah untuk semua yang terjadi..."

Terima kasih, saran dan masukannya bradh semuanya sangat bermanfaat !

Jumat, 07 Januari 2011

Awal tahun yang buram untukku

Akan ada yang datang dan pergi dalam kehidupan ini
Inilah yang dikatakan sebuah kehidupan
Kali ini saya merasa akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga
Dipermulaan tahun ini saya bersedih
Dulu ketika saya merasa ada yang tak adil tentang hidup ini saya berkata
"apa salah dan dosa saya mengapa seperti ini ?"
Itu dulu, dan sekarang saya tidak perlu mengucapkan kalimat itu lagi
Karena sesungguhnya apa yang terjadi adalah balasan dari apa yang telah saya perbuat
Ya, ini karma
Bahkan untuk masalah lainnya, tidak ada peristiwa yang terjadi tanpa ada penyebabnya
Terkadang kita tidak mengetahui mengapa bisa terjadi
Sekali lagi inilah yang dikatakan sebuah kehidupan
Saya tidak akan memaksakan untuk bisa mempertahankannya
Tetapi saya berusaha tetap bertahan, sekali lagi berusaha bukan memaksakan
Karena saya tahu, ini adalah sesuatu yang sangat berharga yang saya miliki
Ini sangat bernilai, tentang waktu yang telah terlalui dalam rentang yang tidak biasa
Ketahuilah saya ingin mempertahankan semuanya
Saya bertahan dengan segala kekurangan yang saya miliki
Tidak ada setitikpun hal yang merubah saya, saya masih saya
Dan apabila inipun terjadi, suatu pukulan keras untuk kehidupan saya
Sampai kapanpun, ini adalah sesuatu yang berharga
TRUST ME !